Sabtu, 17 September 2016

Paus direbut Rakus

Suatu hari Maun dkk mau menangkap paus tapi mereka hanya punya pancingan empang dan cacing, sementara Akbar yang empunya kapal & alat yang memadai untuk nangkap paus tidak punya "teman" yang membantu menangkapnya.

Akbar pun mengajak Maun dkk untuk membantunya agar bisa menangkap paus dengan kapal & alatnya nan canggih.

Maun dkk akhirnya dibawa oleh akbar ke kandang paus alias lautan lepas, Akbar sebagai pemilik kapal berperan sebagai nahkoda, sementar Maun dkk bekerja keras menangkap paus dengan alat empunya Akbar.

Paus yang sangat besar pun berhasil ditangkap walau Maun dkk hampir mokat, Nahkoda pun tidak peduli langsung meluncur ke pelabuhan.

Sesampainya di pelabuhan mereka membagi hasil buruannya, ya betul... kepala sampai badan paus untuk Akbar, sementara Maun dkk dapat buntut paus yang tidak seberapa ketimbang nyawa yang hampir mokat karena usahanya menangkap paus tersebut.

Maun pun mengeluh "kenapa kita cuma dapat segini, kalo begini kita mogok saja tidak mau ngebantu lagi" Akbar pun dengan enteng membalas "udah bersyukur aja dari pada engga makan, makanya kalo mau nangkep paus jangan pakai cacing!"

Rabu, 20 Juli 2016

Tunggu Saja!

Sudah tak punya lagi keinginan untuk berkeinginan
Karena keinginan hanyalah angin-anginan
Cita-cita adalah mimpi buruk sepanjang jalan
Dan mimpi adalah omong kosong dari harapan

Semua sudah tak seperti doloe
Dimana goals adalah tujuan jang satoe
Karena revolusi sudah mengerogoti mata hati
Dan jiwa penuh konspirasi bak illuminati

Kini tinggal menuju ajal dan merayakan kematian
Karena disanalah fakta akan diungkapan
Dunia hanyalah panggung pariwara belaka
Dan dunia adalah cerita yang fana menuju alam baka

Manusia bagai harimau ditengah laut
Terombang ambing oleh ombak maut
Karena manusia mudah diperdaya
Sedangkan mereka kikir dan riya

Setan dan iblis bersatu untuk tertawa walau sementara
Dan segelintir manusia berdoa penuh duka dengan jiwa
Manusia sedang berubah menjadi serigala
Berlomba-lomba memangsa sesama

Malaikat datang untuk membantu
Karena dewa-dewa hanya diam bagai batu
Jibril bersuara layaknya gorilla menyeru
Tetapi sang dewa tetap membatu seperti dibelenggu

Setan kembali datang dengan dalih membela
Tapi malaikat menghadang tak terima
Setan mengutus pengikutnya
Tapi tuhan sudah memblokadenya

Dan seperti yang dijanjikannya... Jingga akan hadir pada waktunya.
Tunggu saja!


( - xbrahmansx - )

Sabtu, 18 Juni 2016

Apa Guna Bersatu

Apa guna bersatu
Kalau tak saling bercumbu
Apa guna bersatu
Kalau tak saling membantu

Apa guna bersatu
Jika kepala sekeras batu
Apa guna bersatu
Jika hati sudah membeku

Apa guna bersatu
Kalau tujuannya masih tabu
Apa guna bersatu?!
Ya untuk sesuatu...

( - xbrahmansx - )

Jumat, 10 Juni 2016

Dibalik Segelintir Kata-Kata Ini

Dibalik tembok-tembok besar yang kau nikmati
Ada jutaan manusia yang diperbudak dan mati

Dibalik makanan mewah yang kau cicipi
Ada ribuan pekerja yang dieksploitasi dan kurang gizi

Dibalik jalan-jalan yang kau lewati
Ada ratusan hutan dan hewan yang mati


Dibalik rumah dan apartemen yang kau tinggali
Ada puluhan pulau buatan yang direklamasi

Dan...
Dibalik segelintir kata-kata ini
Ada seseorang yang menyadari kehidupan ini

Pikirkan.. Pikirkanlah sekali lagi atau kalian yang akan “dinikmati”


( - xbrahmansx - )

Kamis, 02 Juni 2016

Melawan Gelap

Tangisan hujan membasahi bumi
Yang kian ternodai
Dewi keadilan telah mati
Lantaran ditusuk sepi

Ombak-ombak besar datang
Menghantam segala macam
Menginjak-injak kebenaran
Karena terhasut nafsu setan

Negeriku semakin seram
Membuat hati menjadi geram
Wahai bulan datanglah kemari
Bantu aku menyinari

(xbrahmansx)



Yuk, Kongkow Depan Istana Bersama Indonesia #MelawanGelap!


Karena kita resah.



Jika putusan pengadilan yang menyatakan reklamasi keliru tapi tidak diindahkan. Kalau penjahat HAM dan pelaku korupsi yang lolos dari pengadilan malah diusung jadi pahlawan nasional. Dan, ketika privatisasi dan komersialisasi sumber daya alam terus berjalan tanpa keberpihakan rakyat. 


Karena kita gundah.



Jika pelarangan, intimidasi, pembubaran paksa, penangkapan sewenang-wenang, pembredelan dan pencekalan semakin meningkat. Kalau, kekerasan seksual hanya direspon dengan Perppu berisi sanksi hukuman kebiri. Dan, pada saat sekitar 157 ribu berkas perkara dikembalikan penuntut kepada penyidik (2012-2014) yang berakibat memperluas celah korupsi dan menciptakan inefisiensi peradilan.
Ketika petani dan nelayan direpresi dan ditangkapi karena mepertahankan tanah-airnya, dibiarkan mengalami konflik agraria sendirian berhadapan dgn konsesi-konsesi raksasa.



Karena kita merasa sedang dirudung kegelapan lagi. Karena demokrasi yang kita nikmati sepertinya bukan yang kita inginkan. Karena itu semua, kita mengundangmu untuk #MelawanGelap dengan kongkow depan Istana Negara pada Jumat (3 Juni 2016) jam 21.00. Disana, kita akan menyalakan cahaya (senter/lilin/dll) sebagai tanda kita terus#MelawanGelap!



Turut mengundang: Haris Azhar, Nur Hidayati, Iwan Nurdin, Dewi Kartika, John Muhammad, Miko Ginting, Choky Ramadhan, Cholil (ERK), Mike (Marjinal)



Jumat, 15 April 2016

Khilafah Bukan Solusi Untuk Indonesia

Judul Buku : Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia

Editor : KH. Abdurrahman Wahid

Penerbit : Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the Wahid Institute dan Maarif Institute

Edisi : 2009

Tebal : 321 halaman



Seperti diketahui, ide dan aspirasi pendirian negara Islam di Indonesia telah melahirkan beragam respon dan tafsiran di masyarakat, baik di kalangan Muslim maupun non-Muslim. Ada yang berpandangan, isu negara islam sengaja dihembuskan untuk mendiskreditkan kelompok-kelompok Islam, tapi sebagian yang lain mengakui dengan terus terang bahwa ide dan aspirasi pendirian negara Islam dewasa ini benar-benar ada dan akan direalisasikan.

Gerakan garis keras lahir karena hilangnya daya nalar dalam beragama dan kurangnya pengetahuan tentang tujuan kehidupan ini. Pengetahuan yang terbatas membuat hawa nafsu tidak mampu membedakaan antara "Jalan" dan "Tujuan", dalam memahami Islam pun kerap mempersetankan ayat-ayat lain yang tidak sejalan dengan ideologinya.

Terlihat sekali dengan maraknya khutbah yang terang-terangan berisi anti demokrasi dengan alasan kebarat-baratan atau pancasila tidak bisa diterima dalam islam karena buatan manusia. Lucu sekali rasanya tinggal di negara demokrasi tetapi masih ada yang menggunakan nikmatnya demokrasi untuk menolak demokrasi itu sendiri. Padahal dari dulu negara ini sudah beranekaragam jadi kenapa harus dipaksakan menjadi seragam?!

Penyusupan ideologi memang tidak dirasakan oleh banyak orang, gerakan ideologi sering tidak dirasakan dan disadari oleh mereka yang dimasuki. Maka secara sistematis berkembang menjadi besar dan merasuk. Dengan demikian, gerakan ideologis seperti itu akan semakin mekar dan berekspansi secara sistemik, yang dikemudian hari baru dirasakan sebagai masalah serius tetapi keadaan sudah tidak dapat dicegah dan dikendalikan karena telah meluas sebagai gerakan yang dianut oleh banyak orang.

Isu penegakan syari'ah Islam seperti yang terlihat dalam kasus keluarnya Perda-perda Syari'ah memang telah memunculkan spekulasi yang mengarah pada ide pendirian negara Islam. Di samping itu, faktor korupsi, tidak adanya jaminan kepastian hukum, proses peradilan yang tidak independen dan sering direcoki berbagi kepentingan, juga telah memberi alasan pada kelompok-kelompok garis keras untuk menawarkan alternatif hukum, walau permasalahan yang sebenarnya bukan pada aspek diktum hukum melainkan aparat hukum.

Apakah Perda-perda Syari'ah Islam yang banyak bermunculan di tanah air kita akhir-akhir ini akan menciptakan "Kebahagian" yang sebenarnya bagi bangsa Indonesia jika sudah terbukti gagal di negara-negara lain?

Satu-satunya cara untuk mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan hidup yang sebenarnya di dunia dan akhirat, adalah dengan mengikuti syari'ah dalam pengertian yang paling dalam dan luas, yakni sebagai jalan menuju Allah swt. Realisasi semacam ini bisa terlihat pada jiwa-jiwa yang tenang, yang berserah diri, tunduk, dan patuh secara jasmaniah (fisikal), nafsaniyah (emosional) dan rohaniah (spiritual) hanya kepada-nya, dan menjaga diri agar tidak didominasi oleh hawa nafsu. Kebahagiaan dan kesempurnaan hidup tidak akan pernah bisa dicapai melalui pemaksaan maupun formalisasi agama, tetapi melalui kesadaran yang tumbuh di dalam hati. Ironisnya, hampir semua garis keras sepakat untuk menerapkan syari'ah dalam arti sempit (hukum islam) sambil menolak spiritualitas untuk mencapai tujuan yang sebenarnya.

Buku hasil penelitian selama lebih dari dua tahun ini mengungkap asal usul, ideologi dan agenda gerakan garis keras transnasional yang beroperasi di Indonesia, serta rekomendasi membangun gerakan untuk menghadapi dan mengatasinya secara damai dan bertanggung jawab.


Senin, 11 April 2016

Bukan Propaganda Vegetarian


Judul Buku : Eating Animals
Penulis : Jonathan Safran Foer
Penerjemah/Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Edisi : 2010
Tebal : 316 halaman




Manusia mendapat hak istimewa untuk bisa memilih makanan apa saja di bumi ini bukan berarti ia layak untuk memperlakukan setiap makhluk, terutama hewan sebagai sekadar santapan atau makanan tanpa menyadari bahwa mereka layak diperlakukan lebih dari korban sajian.

Buku ini bukan tentang propaganda menjadi vegetarian. Penulis lebih menuturkan buku yang ditulisnya dengan sejumlah riset dan penyelidikan secara langsung, untuk mengungkap praktik-praktik perternakan di Amerika Serikat yang sudah menyimpang jauh dari tradisi perternakan keluarga yang memperlakukan hewan secara lebih terhormat.

Dalam salah satu bab dituliskan:
Orang tidak lagi tahu asal makanan. Makanan bukan sintetis, bukan dibuat di lab, tapi harus ditumbuhkan. Yang saya benci adalah ketika konsumen bertindak seolah peternak mau melakukan hal ini, padahal konsumenlah yang memberitahu petani apa yang harus ditumbuhkan. Mereka mau makanan murah. Kami tumbuhkan. Kalau mereka mau telur dari ayam yang tidak dikandangkan, mereka harus bayar lebih mahal. Titik. Produksi telur oleh ayam-ayam yang dikurung dikandang petelur raksasa lebih murah. Lebih efisien dan artinya lebih berkelanjutan. Ya. Saya bilang perternakan pabrik bisa jadi lebih berkelanjutan., biarpun saya tahu kata itu sering dipakai untuk melawan industri. Dari Cina sampai India dan Brasil, permintaan produk hewan terus tumbuh cepat. Kamu kira perternakan keluarga bisa melayani dunia berisi sepuluh miliar orang?

Yang membuat saya tercengang dalam penyelidikan dan riset yang ditulis dalam buku ini adalah ketika penulis mengungkap genetika hewan dan menurut akal sehat saya pun memang benar adanya. Mereka membuat hewan agar lebih cepat gemuk dalam waktu sesingkat mungkin, membuat hewan lebih cepat bertelur sebelum waktunya tiba dengan tipuan seperti lampu untuk mengganti panasnya matahari dan tidak mengumbar atau mengajak hewan ke alam luar, mereka hanya dikandang sempit dengan jumlah yang banyak, itu semua agar tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya dan sebisa mungkin untung sebesar-besarnya.

Buku ini mengajak kita mencerahkan diri dari sekadar menuruti kebiasaan menjadi hidup yang berkesadaran, Mungkin inilah saatnya kita menyadari kehidupan di balik santapan kita.